Bimbel Sekolah Kedinasan Gratis Pemko Pariaman Diikuti 55 Peserta dengan Antusiasme Tinggi

Di tengah upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pariaman, Bimbingan Belajar (Bimbel) Sekolah Kedinasan gratis kembali digelar oleh Pemerintah Kota Pariaman. Acara ini resmi dibuka pada Senin, 20 April 2026, oleh Wakil Walikota Pariaman, Mulyadi. Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 55 peserta yang antusias mengikuti program ini berkumpul di Halaman Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman.
Program Unggulan untuk Masyarakat
Wakil Walikota Pariaman, Mulyadi, menjelaskan bahwa bimbel ini merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) Yota Balad-Mulyadi. Menariknya, ini adalah tahun kedua penyelenggaraan bimbel gratis bagi masyarakat Kota Pariaman, yang bertujuan untuk memberikan kesempatan yang lebih baik kepada warga dalam memasuki sekolah kedinasan.
Tujuan Bimbel Sekolah Kedinasan
Program ini dirancang khusus untuk membantu para calon siswa dalam menghadapi proses seleksi yang sangat kompetitif untuk masuk ke berbagai sekolah kedinasan di seluruh Indonesia. Dengan fokus pada pelajar dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, program ini bertujuan menciptakan peluang bagi mereka yang bercita-cita menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui jalur sekolah kedinasan.
Mulyadi menambahkan, “Dengan mengikuti bimbel ini, peserta akan mendapatkan bekal ilmu yang berguna dan menjadi lebih unggul dalam menghadapi ujian. Yang terpenting adalah semangat dan usaha mereka untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.”
Manfaat Bimbel Bagi Masyarakat
Selaras dengan harapan Mulyadi, semakin banyak peserta yang berhasil lulus dari program ini, semakin jelas bahwa bimbel ini memberi dampak positif bagi masyarakat Kota Pariaman. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi ujian yang ketat.
Peserta Bimbel: Komposisi dan Kategori
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Hertati Taher, mengungkapkan bahwa tahun ini terdapat 55 peserta yang telah lulus dari seleksi administrasi untuk mengikuti Bimbel Sekolah Kedinasan. Dari jumlah tersebut, 50 peserta berasal dari keluarga kurang mampu, sedangkan 5 peserta lainnya berasal dari jalur mandiri.
“Tahun ini, kami menerapkan dua skema untuk memfasilitasi peserta, yaitu skema untuk keluarga kurang mampu agar dapat masuk ke Sekolah Kedinasan dan jalur mandiri untuk peserta dari keluarga mampu. Kami bekerja sama dengan Bimbel Pradipta Padang dan melibatkan instruktur-instruktur dari Kodim 0308 Pariaman serta Polres Pariaman untuk memberikan latihan fisik,” jelas Hertati.
Waktu dan Tempat Pelaksanaan Bimbel
Pelaksanaan bimbel berlangsung setiap sore mulai pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB di SMPN 4 Pariaman. Sementara untuk latihan fisik dilakukan di pagi hari. Dengan jadwal yang sudah ditentukan, diharapkan peserta dapat memaksimalkan waktu belajar mereka.
Target Lulusan Tahun Ini
Hertati menargetkan agar lebih banyak peserta yang lulus dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu, dari 50 peserta yang difasilitasi, hanya 5 orang yang berhasil lulus, di antaranya 4 orang diterima di TNI AD dan 1 orang di Detasemen Kavaleri Berkuda.
- Jumlah peserta tahun ini: 55 orang
- Peserta dari keluarga kurang mampu: 50 orang
- Peserta dari jalur mandiri: 5 orang
- Latihan fisik: dibantu oleh Kodim 0308 dan Polres Pariaman
- Durasi bimbel: 25 pertemuan
Rencana Gelombang Berikutnya
Hertati juga menjelaskan bahwa bulan April ini merupakan gelombang pertama dari program bimbel. Gelombang kedua direncanakan akan dibuka di akhir tahun, mengingat tingginya animo anak-anak di Kota Pariaman yang belum sempat mendaftar ke Polri, mengingat pendaftaran dibuka di awal tahun, yaitu pada bulan Januari.
Dengan berbagai fasilitas dan dukungan yang diberikan, diharapkan bimbel ini tidak hanya memberikan ilmu tetapi juga membangun kepercayaan diri siswa untuk menghadapi tantangan ke depan. Melalui program ini, Pemko Pariaman menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warga, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.






